MEDIA PEMBELAJARAN POWER POINT

Berbagi, pakai, dan saling melengkapi media pembelajaran dan bahan ajar power point pokok bahasan : sistem koordinasi, sistem pencernaan, sistem reproduksi, sistem ekskresi, jaringan tumbuhan, dan sistem imun. Bagi yang berminat untuk mendownload media pembelajaran dan bahan ajar power point, silahkan klik link download di bawah ini...!

1.  Sistem koordinasi
2.  Sistem pencernaan
3.  Sistem reproduksi
4.  Sistem ekskresi
5.  Jaringan tumbuhan
6.  Sistem imun

Semoga Bermanfaat

SILABUS IPA BIOLOGI SMP-SMA


Berbagi, pakai, dan saling melengkapi perangkat pembelajaran silabus SMP dan SMA. Untuk download silabus IPA Biologi SMP dan SMA silahkan klik link di bawah ini…!


MEMBUAT INDIKATOR ALAM DARI TUMBUHAN


Indikator  alam merupakan bahan alam yang dapat berubah warnanya dalam larutan yang sifatnya berbeda, asam, basa atau netral. Indikator alam yang biasa digunakan untuk pengujian asam basa adalah bunga-bungaan, umbi, kulit buah dan daun yang berwarna. Perubahan warna indikator bergantung pada warna  jenis tanamannya, misalnya  kembang sepatu merah di dalam asam berwarna merah dan di dalam basa berwarna hijau.  Kol ungu dalam asam merah ungu dalam basa hijau.

Untuk menguji sifat larutan asam dan basa dapat digunakan kertas lakmus merah dan biru. Lakmus merupakan indikator buatan  harganya cukup mahal. Banyak bahan alam yang dapat digunakan sebagai indikator yaitu dari berbagai tumbuhan yang ada disekitar kita cara membuatnyapun sangat mudah. Pada percobaan ini akan dibuat indikator alam dari bunga-bungaan, daun dan kunyit, serta menentukan perubahan-perubahan warnanya di dalam asam, basa, dan garam.

Alat :
1.      Lumpang/alu                  
2.      Plat tetes
3.      Pipet tetes 
4.      Labu Erlenmeyer
5.      Corong
6.      Kertas saring

Bahan :
1.      Air
2.      Alkohol                     
3.      Umbi kunyit,
4.      Bunga dan daun berwarna
5.      Larutan cuka, air kapur

Cara Kerja :
1.       Tumbuk satu macam kelopak bunga  sampai halus. Tambahkan ± 5 mL alkohol.
2.       Aduk campuran, diamkan sebentar kemudian pisahkan larutan ekstrak bunganya yang akan digunakan sebagai indikator.
3.       Amati warna  ekstrak bunga, kemudian catat pada tabel pengamatan dengan menggunakan pensil warna atau krayon yang sesuai.

Pengujian :
1.    Siapkan 5 tetes larutan cuka, air kapur dan air dalam plat tetes
2.    Tambahkan masing-masing 2 atau 3 tetes indikator, aduk dan amati perubahan warna indikator tersebut.
3.    Amati perubahan warna masing-masing  indikator  

Sumber : PPPPTK IPA


CARA MEMBUAT LARUTAN UJI MAKANAN


A.      LARUTAN BENEDICK
Bahan :
1.       173 gram Natriumsitrat
2.       100 gram Natriumkarbonat atau 200 gram Na­2CO3 kristal
3.       17,3 gram Kuprisulfat/terusi/CuSO4
4.       1000 cm3 air

Cara :
Larutkan Na sitrat dan Na karbonat ke dalam 600 cm3 air suling. Panaskan hingga larut. Saring larutan tersebut. Larutkan  kupri sulfat ke dalam 150 cm3 air suling. Secara perlahan-lahan, tambahkan larutan kuprisulfat ke dalam larutan Na-sitrat/Na-karbonat, aduk terus menerus. Tambahkan air suling, hingga mencapai volume 1 liter

Kegunaan :
Untuk menguji adanya glukosa

B.      BIURET (terdiri atas 2 macam larutan)
Bahan :
1.       Larutan terusi 1%
2.       Larutan NaOH 20%

Cara :
Larutkan terusi/CuSO4 seberat 1 gram ke dalam air suling 99 gram dan masukkan dalam botol trpisah. Larutkan 20 gram NaOH air suling 80 gram dan masukkan ke dalam botol terpisah. Zat yang akan di uji dicampur dengan larutan NaOH. Setelah beberapa lama baru ditetesi dengan larutan terusi.

Kegunaan :
Menguji makanan yang mengandung protein

C.      LARUTAN FEHLING (terdiri atas Fehling A dan Fehling B)
Fehling A
Bahan :
1.       34,6 gram kristal CuSO4
2.       500 cm3 air suling dan beberapa tetes asam sulfat pekat

Cara :
Larutkan CuSO4 ke dalam air suling.
Tambahkan beberapa tetes asam sulfat pekat  jika kurang jernih

Fehling B
Bahan :
1.       77 gram KOH
2.       175 gram kalium natrium tartrat
3.       500 cm3 air suling

Cara :
Larutkan KOH ke dalam air suling. Kemudian tambahkan kalium natrium tartrat. Aduk sampai semuanya larut

Kegunaan :
Untuk uji gula pereduksi

D.      LARUTAN LUGOL
Bahan :
1.       3 gram kristal iodium
2.       6 gram kaliumiodida
3.       100 cm3 air suling

Cara :
Membuat larutan induk. Larutkan 6 gram KI dalam 100 cm3 air suling. Kemudian tambahkan 3 gram kristal Iodium. Aduk sampai larut

Kegunaan :
Untuk menguji amilum

PERANGKAT PRAKTEK FOTOSINTESIS SACHS

Fungsi
1.       Untuk menunjukkan bahwa peristiwa fotosintesis dihasilkan amilum (zat tepung)
2.       Untuk menunjukkan bahwa cahaya matahari diperlukan pada peristiwa fotosintesis
3.       Untuk menunjukkan bahwa klorofil berperan pada peristiwa fotosintesis

Komponen
1.       Gelas kimia 250cc, 1 buah
2.       Kaki tiga, lampu spirtus, kasa (masing-masing 1 buah)
3.       Larutan lugol, 1 botol kecil
4.       Cawan petri, 1 buah
5.       Pinset, 1 buah
6.       Penjepit tabung reaksi, 1 buah
7.       Daun yang telah ditutupi kertas timah/karbon
8.       Larutan alkohol 70%
9.       Tabung reaksi 2 buah dan raknya

Cara menggunakan
1.       Bukalah kertas timah/karbon yang menutupi daun, yang telah dipasang sehari sebelumnya
2.       Masukkan daun-daun itu ke dalam gelas kimia yang berisi air mendidih selama beberapa menit
3.       Masukkan daun-daun yang telah direbus itu ke dalam tabung reaksi yang telah diisi alkohol sebanyak 1/3 tabung reaksi
4.       Panaskan tabung reaksi yang berisi alkohol itu dalam air panas yang ada di gelas kimia, sampai daun berwarna putih/pucat (alkohol mendidih pada 70oC)
5.       Daun yang telah pucat itu diangkat dari tabung reaksi dan dicuci dengan air
6.       Masukkan daun yang telah dicuci itu kedalam cawan petri dan tetesi dengan larutan lugol
7.       Amati, bagaimanakah warna daun setelah ditetesi larutan lugol

PERANGKAT FOTOSINTESIS SACHS


Fungsi
1.       Untuk menunjukkan bahwa peristiwa fotosintesis dihasilkan amilum (zat tepung)
2.       Untuk menunjukkan bahwa cahaya matahari diperlukan pada peristiwa fotosintesis
3.       Untuk menunjukkan bahwa klorofil berperan pada peristiwa fotosintesis

Komponen
1.       Gelas kimia 250cc, 1 buah
2.       Kaki tiga, lampu spirtus, kasa (masing-masing 1 buah)
3.       Larutan lugol, 1 botol kecil
4.       Cawan petri, 1 buah
5.       Pinset, 1 buah
6.       Penjepit tabung reaksi, 1 buah
7.       Daun yang telah ditutupi kertas timah/karbon
8.       Larutan alkohol 70%
9.       Tabung reaksi 2 buah dan raknya

Cara menggunakan
1.       Bukalah kertas timah/karbon yang menutupi daun, yang telah dipasang sehari sebelumnya
2.       Masukkan daun-daun itu ke dalam gelas kimia yang berisi air mendidih selama beberapa menit
3.       Masukkan daun-daun yang telah direbus itu ke dalam tabung reaksi yang telah diisi alkohol sebanyak 1/3 tabung reaksi
4.       Panaskan tabung reaksi yang berisi alkohol itu dalam air panas yang ada di gelas kimia, sampai daun berwarna putih/pucat (alkohol mendidih pada 700C)
5.       Daun yang telah pucat itu diangkat dari tabung reaksi dan dicuci dengan air
6.       Masukkan daun yang telah dicuci itu kedalam cawan petri dan tetesi dengan larutan lugol
7.       Amati, Bagaimanakah warna daun setelah ditetesi larutan lugol